Loading...

Didenda Rp.300 Juta, Persebaya: Komdis Tidak Mendidik!


Persebaya Surabaya berkomentar atas sanksi denda dari Komdis PSSI, menurutnya hukuman tersebut tidak mendidik dan memberatkan.

Seperti diketahui, jelang penutupan Ramadhan, Persebaya Surabaya harus dihukum denda sebesar Rp.300 juta oleh Komdis. Hukuman tersebut dijatuhkan lantaran saat melawan Persipura Jayapura di Stadion Gelora Bung Tomo ada yang menyalakan kembang api.
"Pada prinsipnya itu kalau hanya dengan denda ratusan juta memberatkan klub dan tidak sebanding. kKta boleh berdalih mendidik klub harus profesional tapi tidak membebankan seperti itu," Kata Media Officer Persebaya, Sidik Tualeka.
Sidik menegaskan bila Komdis berpegangan pada pasal pengulangan, seharusnya Komdis dapat objektif. Sebab Persebaya tidak tinggal diam dalam menekan adanya penyalaan kembang api dalam pertandingan.
"Kita sadar itu pelanggaran, tapi hukum tak sekaku itu. Minimal ada peringatan keras. Bila Komdis menyerang dengan pasal pengulangan, harus benar-benar dilihat," beber Sidik.
"Kecuali pengulangan dengan jumlah besar, contoh pada pertandingan pertama ada penyaaln flaire 5 titik. Lalu laga kedua menjadi 7 itu baru pengulangan. Tapi misal di awal 20 lalu menjadi tiga itu tidak pengulangan. Tandanya kita kan berarti ada upaya untuk menekan agar hal itu tidak terjadi," tutur dia.
Dengan denda ini maka  Persebaya menjadi tim dengan hukuman terbesar di Liga 1 yakni sudah mencapai Rp.700 juta.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel