Saham Dikuasai Plt Ketua Umum PSSI, Direktur Persija: Saya Bisa Dipecat Kapan Saja

shares |


Gede Widiade yang menjabat sebagai Direktur Utama Persija Jakarta mengaku dirinya adalah pekerja profesional di Tim Macan Kemayoran. Oleh sebab itu dirinya bisa kapan saja terdepak dari Persija Jakarta.

Gede mengatakan dirinya diminta untuk mengurus Persija Jakarta dan mendapatkan kontrak untuk jangka panjang.
"Saya dikontrak jangka panjang, empat sampai lima tahun kalau yang ada di akta. Tapi sebelum itu habis saya bisa diberhentikan kapan saja, besok bisa, lusa juga bisa," ucap Gede.
Gede mengaku dirinya memilih sebagai pekerja profesional di Persija tanpa sedikitpun memiliki saham. Statuta FIFA nyatanya menjadi salah satu benturan yang membuat Gede tak bisa memiliki saham di Persija.

Hal ini lantaran Gede masih memiliki sedikit saham di Bhayangkara FC, sementara FIFA melarang seseorang memiliki saham di dua klub berbeda.
"Jadi saya mau di klub baru, di Persija saya hanya sebagai direktur utama dan profesional. Persyaratan itu harus disepakati. Siapa yang punya silahkan Anda mau hire saya sebagai profesional, sepakat, deal, ya saya sebagai profesional," ujar Gede.
Persija Jakarta saat ini berdasarkan akta yang ada di PT Persija Jaya Jakarta 80 persen mayoritas sahamnya dikuasai oleh PT Jakarta Indonesia Hebat (PT JIH). 80 persen saham PT JIH dimililki oleh Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono.

Menanggapi saham mayoritas Persija yang dimiliki oleh Joko Driyono, Ged emenilai hal tersebut tak menjadi masalah. Tak ada peraturan jelas yang melarang petinggi federasi sepakbola di suatu negara untuk memiliki saham di sebuah klub.
"Ya menurut Anda enggak baik tulis saja enggak baik. Kalau sama saya selama tidak melanggar ketentuan normatif yang ada tidak ada masalah, yang penting Persija selama saya bawa terbuka enggak pernah tertutup," tutupnya.

Related Posts