PSSI Pastikan Tak Ada Batasan Gaji di Liga 1 2018

shares |

PSSI Pastikan Tak Ada Batasan Gaji di Liga 1 2018

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memastikan untuk kompetisi Liga 1 musim 2018 tak ada batasan gaji atau salary cap untuk pemain. Kepastian ini diungkapkan oleh Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono, di Jakarta, Jumat (19/1).

Penghapusan batasan gaji ini sebagai salah satu alasan penghapusan pemain berstatus Marquee Player.

Meski begitu, setiap klub diperbolehkan merekrut 4 pemain asing yang terdiri dari 1 pemain asal Asia dan 3 pemain non-Asia.
"Keberadaan marque player hanya relevan jika salary cap diimplementasikan," ujar Joko.
Seperti diketahui, Liga 1 musim 2017 pihak operator liga yakni PT Liga Indonesia Baru (LIB) menerapkan pembatasan gaji hingga Rp.15 Miliar dengan pertimbangan saat itu adalah kondisi finansial klub peserta. Meski begitu khusus untuk pemain berstatus Marquee Player tidak diterapkan Salary Cap.
"Industri ini berjalan dengan mekanisme pasar bebas. Jadi kalau tidak bisa bersaing pasti akan tertinggal. Ini juga terjadi di seluruh dunia," tutur Joko.
Kebijakan ini memang sudah diberlakukan di kompetisi Eropa dimana setiap klub bebas mengontrak pemain dengan uang berapapun asalkan sumber keuangan harus berasal dari bisnis sepakbola dan bukan yang lain.

Namun untuk Indonesia sendiri kebijakan tersebut masih belum bisa diberlakukan sepenuhnya lantaran hanya beberapa klub saja yang sudah mengantongi lisensi AFC sebagai sebuah klub profesional.
"Sampai hari ini baru lima berlisensi, itupun tiga lolos bersyarat. Financial fair play baru bisa dipraktikkan kalau semua klub sudah berlisensi," kata dia.
Regulasi yang dihapuskan juga pada musim ini adalah dengan meniadakan aturan pembatasan umur.

Related Posts