[VIDEO] Demi Tiket Play Off, Sepakbola "Barbar, Karate, Kungfu" Terjadi di Kanjuruhan

shares |

[VIDEO] Demi Tiket Play Off, Sepakbola "Barbar, Karate, Kungfu" Terjadi di Kanjuruhan

Liga1ina.com. Demi selembar tiket ke babak Play-off Grup H, sepakbola yang sarat fisik tersaji di Kanjuruhan antara PSBK Blitar melawan Persewangi Banyuwangi. Laga panas selama 86 menit harus berujung dengan adu jotos.

Bisa disebut hanya separuh waktu kedua tim memperagakan pertandingan sepakbola, selebihnya adalah adu jotos dan ketangkasan ala KARATE.

Bahkan sebelum pertandingan dimulai sudah tercium adanya tanda-tanda bakal terjadi rusuh, hal ini terlihat jelas skuad Persewangi menolak dengan tegas sesi salaman antar pemain sebelum kick off dimulai.
"Karena kami menganggap ini bukan pertandingan melawan mereka (tanggal 9, seharusnya Persewangi melawan PSCS Cilacap)," ujar Kiper Persewangi, Nanda Pradana saat jumpa pers.
Benar saja, pertandingan memasuki detik ke-26 sudah ada kartu kuning yang dikeluarkan oleh wasit Suhardiyanto kepada Didik Ariyanto lantaran melakukan pelanggaran yang keras.
[VIDEO] Demi Tiket Play Off, Sepakbola "Barbar, Karate, Kungfu" Terjadi di Kanjuruhan
Perkelahian massal terjadi pada laga play off khusus Liga 2 antara PSBK Kota Blitar vs Persewangi Banyuwangi, di Stadion Kanjuruhan, Malang, Selasa (10/10/2017) malam WIB. (@Liga1Indonesia)

Bahkan menit ke-3, Didik dan Kapten PSBK, Aditya Wahyudi harus terusir keluar lapangan lantaran terlibat adu jotos yang berujung kartu merah. Pertandingan semakin keras, menit ke 15, pemain Persewangi, Deki Rolias Candra melakukan tekel "mengerikan" kepada pemain PSBK.Akhirnya Deki harus diganar kartu merah. Akibatnya petandingan sempat berhenti lantaran adu "Karate" terjadi hingga bangku cadangan.

Pertandingan kembali dilanjutkan usai terhenti selama setengah jam, namun baru berjalan 20 menit, kerusuhan terjadi lantaran pemain Persewangi bernama Dadang melakukan pelanggaran keras kepada pemain PSBK.

Pertandingan berlangsung dengan tensi tinggi, 10 pemain PSBK melawan 9 pemain Persewangi. Unggul pemain, PSBK berhasil mencetak gol, namun sayangnya menit ke-82 harus terhenti lantaran kerusuhan semakin besar dimana pemain cadangan juga ikut merangsek kelapangan dan adu pukul.

Pertandingan kembali dilanjutkan, namun kembali rusuh pada menit 86 lantaran dipicu oleh keputusan wasit yang dianggap kubu Persewangi tak adil. Menurutnya harusnya Persewangi mendapat hadiah tendangan bebas satu meter didekat kotak penalti lawan.
"Itu sudah bukan menggambarkan pertandingan sepakbola. Tapi ini seperti Smack Down, tinggal kasih ring saja," imbuh Manajer Persewangi, Bagong Iswahyudi.

Related Posts