Waduh, KPK Sebut Klub Liga 2 Jadi Tempat Penampungan Uang Suap

shares |

Waduh, KPK Sebut Klub Liga 2 Jadi Tempat Penampungan Uang Suap

Liga1ina.com. CEO salah satu klub peserta Liga 2, Cilegon United tertangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait kasus dugaan suap yang melibatkan walikota Cilegon, Tubagus Iman Ariyadi.

Manajer Cilegon United, Yudhi Apriyanto ditangkap oleh KPK sesaat setelah melakukan tarik tunai sebanyak 800 juta rupiah.
"Bersama tiga stafnya dan uang senilai Rp800 juta," kata Wakil Ketua KPK, Basaria Pandjaitan seperti dilansi dari cnnindonesia.com (24/09/2017).
Menurut Basarina, uang tersebut diduga sebagai hasil suap kesepakatan untuk memuluskan amdal untuk pembangunan Supermarket senilai Rp.1,5 Miliar dan merupakan pemberian tahap kedua.
Waduh, KPK Sebut Klub Liga 2 Jadi Tempat Penampungan Uang Suap

KPK menduga modus yang digunakan ialah menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) pada klub sepak bola daerah Cilegon United Football Club, melalui dua perusahaan, yaitu PT KIEC dan PT BA. PT KIEC sendiri kabarnya sudah mengirimkan uang senilai Rp700 juta pada Rabu, 19 September lalu.

Bahkan kabarnya KPK sudah melakukan penggeledahan dikantor Cilegon United dan menyita uang sebesar Rp.353 juta yang diduga merupakan sisa pemberian kesepakatan tahap pertama.

Sementara dilanjutan babak 16 besar Liga 2, Cilegon United tengah bersiap menghadapi PSPS Riau. Pelatih Cilegon United, Imam Riyadi menyebut timnya tidak memiliki beban menyosong babak 16 besar Liga 2.
"Target sudah terpenuhi jadi kita akan bermain lepas di babak 16 besar," ucapnya beberap waktu lalu. 

Related Posts