TERPURUK, Persib Mulai Waswas Degradasi, Kalah Lagi Hingga Mundurnya Djanur

shares |

TERPURUK, Persib Mulai Waswas Degradasi, Kalah Lagi Hingga Mundurnya Djanur

Liga1ina.com. Persib Bandung, Salah satu tim elit yang dimiliki Indonesia harus terseok-seok dikompetisi Gojek Traveloka Liga 1. Hingga menjelang penutupan putaran pertama Liga 1 Persib harus tercecer didekat zona degradasi. Puncaknya pekan ke 15 Maung Bandung harus dikalahkan oleh Mitra Kukar dengan skor 2-1.

Tim berjuluk "Los Galacticos" karena didukung oleh finansial yang kuat serta pemain bertabur bintang tak serta merta membuat klub kebanggaan Jawa Barat ini mudah melakoni setiap pertandingan. Padahal diawal kompetisi saat perkenalan pemain, tim ini diprediksi akan sanggup bersaing dipapan atas Liga 1 bahkan menjuarai kompetisi kasta tertinggi sepakbola Indonesia.

Dari 15 kali tanding, Persib hanya mampu memenangi 5 pertandingan, 5 kali kalah dan 5 kali hasil imbang dengan poin total 20 dan berada di posisi 12 klasemen sementara Liga 1. Itupun terancam digusur tim lain mengingat pekan ke 15 ini baru Persib dan Mitra kukar yang bertanding.

Laga krusial juga akan dilakoni dipekan ke 16 menghadapi musuh bebuyutan Persija Jakarta. Jika kalah lagi, maka bukan tak mungkin perombakan besar-besaran Maung Bandung akan dilakukan dibursa transfer kedua Liga 1.

Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar tak ingin Persib terus terpuruk, perlu ada penyelamatan serius agar Persib tak masuk zona Degradasi. Dirinya sudah berkoordinasi dengan Direktur Utama PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB).
"Kita pikirkan bagaimana agar menyelamatkan Persib agar jangan sampai degradasi. Saya juga akan adakan pembicaraan dengan pak Glenn (Glenn T Sugita, direktur utama), untuk mengambil langkah evaluasi ke depannya. Demi Persib, saya akan tetap ambil langkah. Mohon dukungan dan doa dari bobotoh jangan sampai terpuruk dan degradasi," kata Umuh.
Sementara kekalahan menyakitkan oleh Mitra Kukar dipekan ke-15 membuat pelatih Djadjang Nurdjaman mengambil keputusan bulat untuk mundur dari kursi kepelatihan. Keinginan Djanur untuk mundur sebenarnya sudah cukup lama diutarakan ketika dirinya mendapat tekanan kuat dari Bobotoh, puncaknya saat Persib ditahan imbang PS TNI beberapa minggu kebelakang yang membuat Bobotoh harus merangsek ketengah lapangan saat pertandingan berjalan. Namun manajemen tak merestui Djanur untuk mundur, bisa jadi kali ini Djanur benar-benar mundur dari kursi pelatih Persib.
"Dengan kekalahan hari ini, untuk sementara saya ingin istirahat dulu. Saya ingin resign itu sudah keputusan bulat dan sudah dibicarakan dengan manajemen tadi. Dalam kesempatan ini juga saya minta maaf pada Bobotoh yang setia yang sapapit samamanis. Kita sudah mengenyam masa emas, masa bahagia, masa berbunga-bunga saat juara. Sekarang kondisi kita seperti ini". Kata Djanur seperti dikuti dari laman Bobotoh.id.
"Pelatih, manusia biasa ada up and down. Kesalahan terbesar saya adalah tidak bisa menghadirkan sosok striker yang dibutuhkan tim. Dua-duanya ada tapi tidak bisa dimainkan. Yang satu cedera, yang satu di luar ekspektasi. Itu adalah tanggungjawab saya," ungkapnya.
Kini Persib kian terpuruk, Selain ditinggal pelatih kepala hingga tak ada striker sudah pasti membuat Maung Bandung seperti tak punya arah. Laga menghadapi Persija Jakarta mungkin asisten pelatih Herry Setiawan menjadi solusi sementara, apalagi Coach Herry pernah menukangi Maung Bandung saat mengalahkan PSM Makassar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Namun Coach Herry tentu saja tak bisa selamanya menukangi Persib atau menjadi pelatih kepala.

Persib perlu membidik pelatih baru yang lebih berpengalaman. Tapi masalahnya menggunakan jasa pelatih baru tentu tak mudah karena dia tak memiliki waktu cukup untuk beradaptasi dengan skuad Maung Bandung. Sebuah perjud14n Persib apakah akan menggunakan Coach Herry atau mencari pelatih anyar.

Selain itu, skuad Maung Bandung juga pincang, terutama lini depan yang tak dihuni oleh seorang striker tajam. Sergio Van Dijk sudah pasti tak bisa memperkuat Persib dalam waktu dekat karena cedera parah, apalagi kemampuannya juga sudah menurun, juga tak jauh berbeda dengan Carlton Cole yang kabarnya akan didepak dalam beberapa hari kedepan.

Persib membutuhkan pemain depan yang agresif, mau bekerja keras, cepat dan memiliki insting pencetak gol yang sangat baik. Namun yang pasti, bursa transfer putaran kedua nanti jangan sampai Persib salah pilih pemain. Nama besar sebagai pemain berstatus bintang belum tentu mampu memenuhi target berat Persib Bandung. Pilih pemain dengan motivasi tinggi yang ingin selalu memenangkan Persib Bandung, juga pelatih yang mampu membangkitkan semangat serta selalu menargetkan juara dimanapun Persib berlaga.

Persib boleh gagal diputaran pertama, namun putaran kedua nanti Persib harus bisa menguasai sepenuhnya Liga 1. Perkuat lini belakang, Persolid lini tengah dan tajamkan lini depan.

Related Posts