Iwan Budianto: Soal Penagguhan U-23, Seharusnya Klub yang Kirim Pemain ke Timnas U-22 yang Protes

shares |

Iwan Budianto

Liga1ina.com. Sebelum PSSI memutuskan menangguhkan regulasi pemain U-23, PSSI sempat akan menghentikan sementara kompetisi Gojek Traveloka Liga 1 selama selama timnas Indonesia U-22 berlaga di kualifikasi Piala Asia U-23 dan SEA Games 2017.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Staf Ketua Umum PSSI Iwan Budianto. Namun akhirnya pihak operator Liga memberikan masukan untuk menangguhkan regulasi pemain di bawah usia 23 tahun hingga akhir Agustus 2017.
“Pilihan yang terbaik adalah kompetisi dihentikan [diliburkan]. Namun karena operator ingin agar kompetisi segera tuntas sebelum pendaftaran juara ke Piala AFC, maka kompetisi jalan terus,” ujar Iwan pada Goal.com
“Kalau asas keadilan ini diterapkan, mestinya tidak perlu ada klub yang marah. Mungkin mereka marah, karena tidak ada pemainnya yang diambil [timnas U-22], sehingga tidak merasa kehilangan saat timnas dimainkan.”
“Seharusnya yang protes adalah tim yang pemainnya banyak ke timnas seperti Bali United dan Persija [Jakarta]. Tapi ya sudahlah, pro-kontra sudah biasa terjadi, dan aturan ini sudah diputuskan operator.” tambahnya.
Selama 11 pekan regulasi pemain muda U-23 cukup berjalan dengan baik di Liga 1, imbasnya pelatih Timnas Indonesia U-22 Luis Milla jadi memiliki banyak referensi pemain muda yang bisa dipantau.
“Penerapan U-22 hingga pekan ke-11 sangat bagus. Banyak sekali pemain muda yang selama ini tidak terpantau. Selama ini mungkin yang terpantau adalah sisa dari skuat U-19. Kini muncul nama baru seperti striker Marinus Maryanto, Osvaldo Haay, dan lain sebagainya,” urainya.
“Secara komersial masih belum dihitung. Tapi efek penggunaan U-22 membuat liga semakin kompetitif, karena kini persaingan semakin dekat. Jarak posisi di klasemen tidak terlalu jauh.” tambah dia.

Related Posts