[Dengarkan Kami Coach] Dikalahkan Malaysia, Kesalahan Luis Milla Kesampingkan Evan Dimas

shares |

[Dengarkan Kami Coach] Dikalahkan Malaysia, Kesalahan Luis Milla Kesampingkan Evan Dimas

Liga1ina.com. Kualifikasi Piala Asia U-23 2018 antara Timnas Indonesia U-22 melawan Malaysia berakhir dengan "menyakitkan". Jelas saja, Indonesia dengan mudah dikalahkan dengan skor telak 3-0, padahal tim asuhan Luis Milla digadang-gadang akan mampu mengatasi perlawanan Malaysia, tim yang dipersiapkan cukup lama dengan kerap melakukan laga uji coba ini takluk dengan tiga gol tanpa balas dibabak pertama.

Menariknya, penggemar ditanah air tentu memiliki penilaian yang hampir serupa atas kalahnya Indonesia oleh Malaysia. Yakni, Luis Milla dianggap lalai memasang pemain dari menit awal. Ya, bukan tanpa alasan, nama Evan Dimas Darmono yang kualitasnya sebagai jendral lapangan tak dimasukan Luis Milla sejak menit pertama. Alhasil, Indonesia seolah sulit mengatur serangan dan sulit menembus pertahanan lawan.

Sementara pemain-pemain yang dimasukan cenderung lebih suka menyerang dengan tempo tinggi namun tak dibarengi dengan skema dilini depan yang matang serta cenderung melalaikan lini pertahanan. Akibatnya, serangan balik Malaysia lebih mudah menembus pertahanan Indonesia dan menciptakan gol.

Nama Evan Dimas menjadi sosok yang paling dinanti dipertandingan tersebut, apalagi banyak kalangan memprediksi setidaknya Evan Dimas, Gian Zola dan Hanif Syahbandi dirasa tepat untuk mengisi lini tengah. Bahkan jauh-jauh hari Federasi Sepakbola Asia (AFC) juga memprediksi Evan Dimas akan menjadi bintang diajang Kualifikasi Piala Asia U-23 2018 yang merupakan satu-satunya pemain asal Asia Tenggara.

Bukan hanya itu, Hansamu Yama Pranata juga yang tak diturunkan menimbulkan tanda tanya besar, apakah benar karena cedera??? Entah lah, yang pasti, lini belakang Indonesia rapuh atau bahkan sangat rapuh sehingga mudah ditembus Malaysia.

Luis Milla harus sadar hadirnya Evan Dimas dibabak kedua ternyata mampu memberikan angin segar bagi kebangkitan Garuda Muda. Bagaimana tidak, yang dibabak pertama Indonesia kesulitan melakukan serangan dan tusukan kekotak penalti lawan, namun berkat Evan Dimas semuanya seakan lebih cair, umpan-umpan matang memanjakan mampu diberikan Evan, tak sedikit beberapa peluang seharusnya mampu menjadi gol, namun sayang penyelesaian akhir ternyata masih jadi kendala. Evan Dimas juga sangat piawai dalam menyusun serangan, memberikan ruang kepada pemain lain untuk lebih bebas bergerak hingga mendapat bola hasil umpan matang Evan.

Lantas kenapa Evan Dimas selalu disisihkan dari skuad Luis Milla??

Nama Evan Dimas Darnomo dan Hansamu Yama memang kerap disisihkan dari skuad Luis Milla. Bahkan nama keduanya sempat hilang dari Timnas Indonesia U-22 hingga menimbulkan kekecewaan dari publik. Mulai dari rumor indisipliner hingga cedera seolah dikaitkan kepada mereka. Namun hal itu ditepis oleh Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono.
”Kalau soal itu kasus indisipliner saya pribadi belum mendengarnya. Tapi, selama yang saya tahu, mereka bermasalah dengan kebugaran sehingga harus diperbaiki lagi dalam latihan khusus ini,” jelas Joko Driyono.
Malah Evan Dimas sama sekali tidak dipanggil Luis Milla saat Timnas Indonesia U-22 menjalani uji coba melawan Kamboja (2-0) dan PuertoRico (0-0).

Namun menariknya saat Indonesia menghadapi Malaysia hari ini, Evan Dimas ternyata dalam kondisi 100 persen fit dan siap tempur. Anda bisa melihatnya sendiri dipertandingan tadi.

Style Bermain Tak Disukai Pelatih?

Namun ada rumor yang lebih menggelitik mengapa Evan Dimas kerap dicadangkan, dari bocoran dikatakan Luis Milla kurang menyukai dengan gaya permainan Evan Dimas. Pelatih yang sukses mengantar Timnas Spanyol juara Piala Eropa U-21 2011, tidak seperti kebanyakan pelatih Spanyol lainnya, tidak mengusung style bermain tiki-taka. Milla membangun tim dengan mengedepankan speed and power.  Pemain-pemain yang punya kecepatan dan daya tahan fisik yang oke lebih ia prioritaskan.

Tentu saja gaya Indonesia memang seperti itu, lebih mementingan speed dan power, namun jika tak dibarengi dengan skill dan skema yang matang, maka akan tetap sia-sia. Permainan sayap Indonesia mudah untuk dibaca dan diantisipasi. Seharusnya, Indonesia dengan postur tubuh yang mungil sangat cocok bermain tiki taka, Lihatlah Timnas Indonesia U-19 era Evan Dimas atau era saat ini, sepertinya harapan ada pada meraka.

Kesalahan Tak Perlu saat Indonesia vs Malaysia

Pertama, penjaga gawang yang dikawal oleh Satria Tama terlalu mudah dibobol. Dua gol Malaysia ke gawang Indonesia bisa dikatakan kesalahan lini belakang Timnas Indonesia dan juga penjaga gawang yang salah mengantisipasi bola. Dual gol tersebut tercipta karena penjaga gawang Indonesia mencoba maju untuk menghalau bola dan meninggalkan posnya. Padahal saat itu pemain belakang Indonesia tengah mencoba menempel pergerakan striker Malaysia.

Kesalahan lainnya saat gol ketiga Malaysia melalui sundulan dari tendangan pojok. Satria Tama salah mengantisipasi pergerakan bola dimulut gawang. Sementara pemain lainnya hanya melihat pergerakan pemain Malaysia yang dengan mudah menceploskan bola. Hargianto dipertandingan babak pertama juga kurang begitu baik. Dia kerap melakukan kesalahan serta umpan-umpan yang salah.

Solusi Untuk Pertandingan Selanjutnya

Luis Milla mungkin saja mulai faham apa kekurangan Timnas Indonesia setelah kalah dari Malaysia. Setidaknya Evan Dimas dan Hansamu Yama bisa dimainkan saat Indonesia berjumpa dengan Mongolia. Peluang Indonesia untuk masuk Piala Asia U-23 2016 China nampaknya semakin sulit mengingat hanya juara grup yang berhak lolos atau 5 tim runner up terbaik dari semua grup. Sulit, sangat sulit! Dua pertandingan terakhir sekalipun menang belum tentu bisa meloloskan Indonesia ke China. Apalagi laga terakhir menghadapi tim kuat tuan rumah yakni thailand.

Kami harap, Luis Milla jangan lalai dalam meracik pemain karena setiap pertandingan Timnas Indonesia sangatlah berarti bagi rakyat Indonesia.

Related Posts