Loading...

Setelah Djanur, Manajer Persib Pertimbangkan Mundur

Setelah Djanur, Manajer Persib Pertimbangkan Mundur

Liga1ina.com. Persib Bandung mengalami hal buruk pada kompetisi Gojek Traveloka Liga 1 hingga pekan kesembilan. Kali ini kekalahan kedua oleh Bhayangkara FC (BFC) dihadapan ribuan suporternya dengan skor 2-0. Sebelumnya Persib juga kalah oleh Bali United.

Kursi pelatih Djadjang Nurdjaman diganggu oleh Bobotoh hingga akhirnya kekecewaan suporter meluap di Stadion Patriot, Bekasi saat kalah oleh BFC. Tak ayal, beberapa suporter masuk kedalam lapangan pada saat pertandingan tengah berlangsung. Tagar #DjanurOut menjadi juara di lini masa Twitter. Akhirnya sang arsitek yang pernah memberikan gelar juara Liga Super Indonesia dan Piala Presiden tersebut memutuskan untuk mundur dari jabatannya sebagai pelatih.

Baca: Pelatih Persib Bandung Nyatakan Mundur

Kini, bukan hanya Djanur yang mundur, manajer tim Persib, Umuh Muchtar juga berencana akan melakukan hal yang sama dengan Djanur. Bukan hanya sebagai manajer, Umuh juga berencana mundur dari jabatan Komisaris di PT Persib Bandung Bermartabat.
"Tidak menutup kemungkinan saya sendiri mundur. Karena yang terpenting tim baik dan mudah-mudahan lebih baik," ujar Umuh saat ditemui di kediamannya di Jalan Kiaracondong, Bandung, Senin (05/06/17).
Merasa tak lagi mendapat dukungan dari suporter Persib Bobotoh membuat Umuh ingin mundur, dia enggan memaksakan diri untuk tetap di Persib. Dia akan menyerahkan Persib Bandung sepenuhnya kepada manajemen meski hal itu memang terasa sangat berat.
"Kalau harus mundur ya mundur, saya tidak mau memaksakan. Saham saya yang tidak besar juga akan diambil kalau saya berhenti," tegasnya.
"Saya masih memikirkan kalau mundur seperti tidak bertanggung jawab, saya juga harus tanya dulu ini siapa yang bertanggung jawab, kalau sampai terjadi, saya juga harus membentuk dulu dengan saya tidak ada takutnya nanti kalau tidak siap dalam situasi seperti ini," katanya.
"Yang nomor satu jangan sampai mengganggu pemain, dan pemain juga tetap tabah, yang namanya manajer atau pelatih pasti ada hujatan pelatih dulu, kemarin Atep sampai digitu-gitukan saya juga sedih, karena Atep juga punya jasa buat Persib, Atep sampai dikata-katain kotor," tambahnya.
"Saya harus tetap menenangkan pemain, memberikan motivasi, anak-anak tetap siap menghadapi cobaan ini. Mudah-mudahan kalaupun nanti saya tidak ada, Djajang Nurdjaman tidak ada, walaupun terseok-seok tidak menutup Persib jadi juara, masih ada waktu, kita baru kalah dua kali," tutupnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel