Loading...

Presiden MU: Dan Terjadi Lagi, Madura United Tak Boleh Menang di Kanjuruhan

Presiden MU: Dan Terjadi Lagi, Madura United Tak Boleh Menang di Kanjuruhan

Liga1ina.com. Kegagalan Madura United meraih kemenangan saat melawan Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (14/5) membuat Presiden MU Achsanul Qosasi (AQ) kecewa.

AQ mengkritik kepemimpinan wasit atas keputusannya memberikan hadiah penalti kepada Arema FC setelah Peter Odemwingie dianggap melakukan pelanggaran kepada bek tuan rumah Arthur Cunha. Dia menambahkan kejadian ini adalah kedua kalinya yang dialami Madura United dimana pada masa  Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016 lalu wasit juga mengeluarkan keputusan kontroversional.

Seperti diketahui, pada ISC 2016 lalu Hamka Hamzah yang masih berseragam Arema FC menjatuhkan diri dan bola mengenai tangannya, sayangnya pada saat itu wasit tak memberikan keputusan apapun.
“Dan terjadi lagi begini. Madura United tidak boleh menang di stadion ini,” kata AQ dikutip dari Goal.com.
Keputusan wasit memberikan hadiah penalti kepada Arema FC sempat membuat pemain Madura United kecewa, pertandingan sempat terhenti beberapa menit karena pemain MU keluar lapangan.
“Situasi di lapangan pertandingan kurang mengenakkan. Pemain terpaksa kami panggil untuk menenangkan suasana yang terlihat panas. Mereka harus ditenangkan agar bisa melanjutkan pertandingan,” jelas AQ.
“Memang banyak penafsiran dari keputusan wasit dalam memberikan hadiah penalti. Selamat, karena pertandingan bisa selesai. Selamat juga kepada pemain Madura United yang bersemangat dalam menjalani pertandingan tadi.” tambahnya.
AQ juga membandingkan pemain berstatus Marquee Player pada kedua tim, di Madura United memiliki Peter Odemwingie yang tampil memuaskan, sementara Arema FC diperkuat Juan Pablo Pino yang dinilai belum menunjukkan kualitasnya.
“Saya tidak tahu siapa marquee player Arema tadi. Penonton pasti lebih bisa menjabarkan dengan baik, siapa marquee player [sesungguhnya] dari kedua tim pada pertandingan tadi,” ucap AQ.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel