Inilah Faktor Penyebab Timnas Indonesia Kalah dari Myanmar

shares |

Inilah Faktor Penyebab Timnas Indonesia Kalah dari Myanmar

Liga1ina.com. Laga perdana Timnas Indonesia U22 asuhan Luis Milla harus berkahir pahit. Timnas kalah 1-3 atas Myanmar pada pertandingan yang berlangsung, Selasa (21/3) di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor.

Awalnya Indonesia unggul 1-0 melalui sundulan hmad Nur Hardianto. Sayangnya keunggulan tersebut harus dibalas secara berturut oleh Myanmar dengan menceploskan 3 gol hingga pertandingan usai. Namun dari pertandingan tadi, ada beberapa catatan yang membuat Timnas kalah. Berikut lengkapnya.

1. Koordinasi Lini Belakang Masih Buruk

Ya, kamu pasti lihat kan gol Myanmar dicetak atas kesalahan pemain belakang Timnas, Ricky Fajrin yang gagal memotong umpan di kotak penalti oleh pemain Myanmar. Begitupun dengan gol-gol berikitnya. Buruknya koordinasi dengan terlihat bermain gugup menjadi penyebab lemahnya lini pertahanan. Padahal saya mengharapkan ada sosok Hansamu Yama yang main, dia sudah berpengalaman di Timnas sebagai benteng yang sangat kokoh. Setidaknya bisa memberikan rasa tengang dan percaya diri dilini belakang.

2. Transimi Penyerangan Ke Bertahan Juga Buruk

Berbeda saat Timnas U-19 era Indra Sjafri, transmisi saat menyerang dan bertahan berjalan sangat baik. Namun kali ini justru terlihat buruk, Myanmar mampu mencetak tiga gol dengan serangan balik yang cepat, sementara Timnas Indonesia seakan ketar ketir membendung serangan baik. Rasanya ketika Evan Dimas masuk ada sedikit perubahan. Saya berandai-andai ada Evan Dimas dan Paulo Sitanggang yang bermain dari awal. Mungkin akan sedikit lebih baik.

3. Serangan Timnas Seolah Kebingungan 

Keunggulan Timnas Indonesia dibabak pertama tak lepas dari belum siapnya pemain Myanmar. Tentu ini bukan hasil skema apik melainkan karena kelengahan lini belakang Myanmar.

Febri dan Saddil memang menjadi andalan dilini sayap, sayangnya mereka tak memberikan peluang berarti bagi striker, seolah kesempatan yang ada selalu hilang begitu saja. Lini depan kurang kreatif, dan kurang didukung oleh lini tengah.

4. Taktik Luis Milla Tak Bisa Diterapkan dengan Baik

Sebenarnya dengan gol perdana Timnas kita seolah melihat ada kesempatan, ada peluang TIMNAS bakal main lebih baik, sayangnya setelah gol balasan Myanmar seakan tak tik pelatih buyar dikepala pemain dan tak bisa diterapkan.

5. Beberapa Pemain Terlalu Indivudualis dan Juga Salah Umpan

Febri memang pemain bagus dengan skill dan kecepatan lari yang tinggi, sayangnya ketika dia berlari membawa bola ke sisi lawan, seketika teman-temannya sudah siap didepan gawang, namun sayang Febri seolah membalikan kembali dan menahan bola sehingga peluang-peluang yang seharusnya cukup membahayakan hilang begitu saja. Ini bukan sekali dua kali.

Banyak pemain yang sering salah antisipasi dan salah umpan, ini terlihat rasa gugup pada mereka dimana memang belum berpengalaman main internasional.

Related Posts