Ayah Andri Syahputra: "Dicaci-Maki, Kami Ambil Pahalanya Saja..."

shares |

Ayah Andri Syahputra: "Dicaci-Maki, Kami Ambil Pahalanya Saja..."

Liga1ina.com. Jika kamu menjadi Andri Syahputra atau orang tuanya, pastinya saat ini perasaannya tengah tidak enak. Banyak pihak menuding Andri tak mau membela Negaranya dan dianggap sebagai penghianat bangsa. Coba bayangkan remaja yang masih berusia belasan tahun ini harus di Bully dan di caci secara bertubi-tubi di media sosial. Pastinya mentalnya akan lebih terganggu.

Saat membuka akun pribadinya Andri, disana bakal kamu temukan sederet komentar negatif dari para netizen yang tak mengerti alasan Andri menolak membela Timnas untuk saat ini. Jika kamu jadi Andri, tentu kamu bakalan merasa sakit hati dengan komentar-komentar yang dilontarkan.

Agus Sudarmanto, ayah Andri, mengaku tak bisa berbuat apa-apa dengan reaksi publik yang sangat tidak menyenangkan itu. Dia mengatakan dalam perbincangan khusus dengan Republika Online, semua keputusan ada di tangan Andri.
"Saya sebagai orang tuanya tidak bisa memaksa dia harus ke mana. Allah sudah menentukan masa depan dan jalan hidupnya. Caci maki dari orang-orang yang tidak menjaga lisannya, kami ambil pahalanya saja. Sebaris kata yang ditulis dan diucap, akan mereka pertanggungjawabkan di akhirat kelak," tambahnya.
Padahal menurut Agus, alasan Andri tidak mentaati panggilan Timnas adalah karena masalah PENDIDIKAN. Sebagai informasi, saat ini Andri tercatat sebagai mahasiswa semester pertama dengan kode mahasiswa 1399046, jurusan study sport, dengan nilai rata-rata A+.
"Intinya Andri tidak bisa memenuhi undangan karena pendidikan. Saya nggak mau Andri putus sekolah. Tahapannya (seleksi timnas) pasti akan seperti seleksi lalu. TC (pemusatan latihan) sampai menjelang championship (kejuaraan). Tidak sebentar bukan? Lalu apa harus memutus sekolahnya," jelas Agus.
"Saya bilang, tidak memenuhi undangan karena pendidikan. Dan tanpa Aspire Academy (tempat Andri bersekolah saat ini) dan klub, Andri tidak akan jadi pemain bola profesional seperti sekarang ini. Dan Andri tidak pernah masuk SSB (Sekolah Sepak Bola) di klub di Indonesia." Tambahnya lagi.
Jika Netizen tanah air terus membully Andri jelas tidak akan mengubah apapun, Justru akan memperbesar antipati dari sang pemain. Padahal, masih ada banyak cara yang bisa dicoba untuk "memulangkan" Andri lagi ke tanah airnya.

Melunak, Sesmenpora Ralat Himbauan Blacklist Andri Syahputra

Penolakan Andri Syahputra untuk ikut seleksi Timnas U-19 sempat direspon keras dari Kemenpora, bahkan beberapa waktu lalu muncul wacana "Blacklist" bagi pemain Indonesia yang berlaga diluar negeri namun menolak mentaati panggilan Negara, dalam hal ini Andri Syahputra.

Namun, dikutip dari Republika Online, belakangan permintaan untuk mem-blacklist Andri Syahputra dari Kemenpora melunak. Dalam perbincangan dengan wartawan Jumat malam (24/3), Gatot justru seperti mempertanyakan proses pemanggilan dan komunikasi antara PSSI dengan Andri dan ayahnya.
"Ada yang miss antara PSSI dan keluarga Andri. Seharusnya, PSSI tidak bisa menerima kabar atas dasar katanya-katanya. Harus ada bentuk tertulisnya. Surat dibalas surat. Sebagai bukti fisik," kata Gatot seperti dilansir Republika Online.
Sesmenpora, Gatot Dewa Broto mengatakan jika ada yang salah pada kami ataupun PSSI maka tak sungkan untuk meminta maaf.
"Kami siap. Dan saya siap memediasi keduanya. Kalau memang ada yang salah saya juga meminta maaf. Kalau PSSI nya juga salah juga sebaiknya meminta maaf," tutupnya.
Meski belum menyelesaikan pro dan kontra, pernyataan ini sangat menyejukkan suasana dan meredakan ketegangan. Di sisi lain, PSSI sendiri melalui pelatih Timnas U-19 justru tidak terlalu mempermasalahkan penolakan itu dan masih menunggu kehadiran Andri pada awal bulan April seperti tercantum dalam surat undangan.

Sumber: Bolalob

Related Posts