Mengejutkan!! Inilah KELEMAHAN UTAMA Sepakbola INDONESIA di Mata Luis Milla

shares |

Mengejutkan!! Inilah Kelemahan Utama Sepakbola Indonesia di Mata Luis Milla

Liga1ina.com. Kehadiran Luis Milla di Timnas Indonesia cukup menarik perhatian publik, terutama pemerhati dan pencinta sepakbola di tanah air. Harapan besar rakyat Indonesia tertumpu kepundaknya agar Indonesia mampu berbicara banyak dikancah sepakbola Internasional.

Sudah beberapa pekan Luis Milla berada di Indonesia menyeleksi, melatih hingga mengamati persepakbolaan didalam negeri. Maka tak heran, Luis Milla mulai mengenal dunia sepakbola Nasional baik melalui PSSI, Video dan tayangan TV hingga turut belusukan ke daerah-daerah.

Di sela-sela kesibukannya menyusun tim, mantan pelatih Real Zaragoza ini meluangkan waktu untuk berbicara dan berbagi pengetahuan dalam forum kursus lisensi pelatih C AFC yang diselenggarakan PSSI.

Salah satu hal paling mencolok yang dilihat Luis Milla dari kelemahan sepakbola Indonesia adalah peran klub yang sangat minim dalam pengembangan pemain muda. Klub-klub di Indonesia seperti tak terlalu peduli dengan upaya mencetak pemain-pemain masa depan. Mereka lebih fokus mencari gelar dengan membentuk tim utama.
"Di Spanyol atau kebanyakan negara Eropa, sudah ada manajemen yang bagus dan pondasi kuat. Kalau ada pemain U-13 dan U-15 muncul, mereka sudah tahu akan bermain di mana selanjutnya," kata Luis Milla.
Bahkan menurut Milla, Dihampir semua negara maju dalam hal sepakbolannya, mereka lebih serius mengembangkan tim yuniornya. Salah satunya dengan membangun akademi sepakbola yang selalu haus melakukan rekrutmen, pembinaan dan promosi sesuai jenjang usia yang ideal.
"Semua itu karena radar klub sudah bergerak sejak dini. Nah, di Indonesia menurut saya hal itu tidak ada," tutur Luis Milla.
Nampaknya perkataan Luis Milla ini memang benar adanya, dari tahun ke tahun program pengembangan pemain muda hanya sebatas wacana namun minim realisasi. Padahal hampir disetiap daerah banyak pemain muda yang mengantri menanti perhatian. Dan sungguh ironis dan harus mendapat perhatian khusus, ketika ada pemuda kampung yang memiliki skill dan keinginan kuat untuk menjadi pemain bola profesional, mereka harus dipatok uang cukup besar agar bisa tembus ke sebuah klub,  ADA UANG, KAMU BISA IKUT TIM SAYA, GAK ADA UANG, MAAF!

Related Posts